Sabtu, 30 Januari 2010

Menkes: Saatnya Penerapan Standarisasi Puskesmas

The following article includes pertinent information that may cause you to reconsider what you thought you understood. The most important thing is to study with an open mind and be willing to revise your understanding if necessary.
KOMPAS.com - Menteri Kesehatan Republik Indonesia Endang Rahayu Sedyaningsih menyatakan sudah saatnya menerapkan standarisasi untuk pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas). "Nanti puskesmas dapat memilih model standar seperti apa yang akan diberlakukan," kata Menkes di sela-sela kunjungan kerjanya ke Puskesmas Jetis Kota Yogyakarta, Jumat.

Menurut dia, ada beberapa model standarisasi puskesmas yang akan diberlakukan disertai dengan standar pelayanan minimum dan puskesmas memiliki kebebasan untuk meningkatkan kelasnya sesuai standar yang dipilih.

Dalam kunjungan kerja ke Puskesmas Jetis tersebut, Menkes didampingi oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana setelah sebelumnya bertemu dengan Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X.

It seems like new information is discovered about something every day. And the topic of news is no exception. Keep reading to get more fresh news about news.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Choirul Anwar menyatakan bahwa Puskesmas Jetis telah memperoleh ISO 9001 sejak empat tahun lalu, dengan sebagian besar pasien adalah warga kurang mampu di sekitar puskesmas. Setiap hari, ada sekitar 150-200 pasien yang berobat di puskesmas tersebut.

Kepala Puskesmas Jetis dr Erna menyatakan, setiap tahun pihaknya memperoleh dana dari dari pemerintah pusat, salah satunya adalah untuk pengembangan puskesmas seperti rehabilitasi fisik dan juga dana jaminan kesehatan masyarakat (jamkesmas).

Erna menyebut, dana jamkesmas yang akan diterima yaitu sebesar Rp51 juta untuk 5.253 peserta. Selain itu, pihaknya juga rutin mengajukan "plan of action" setiap tahunnya ke Pemerintah Kota Yogyakarta untuk pengembangan layanan di bidang promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif.

"Di luar dana tersebut, juga masih ada dana rutin untuk operasional puskesmas. Sedangkan 67,5 persen pendapatan yang diperoleh dikembalikan untuk puskesmas," katanya.

Now you can understand why there's a growing interest in news. When people start looking for more information about news, you'll be in a position to meet their needs.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar