Senin, 29 Maret 2010

Cegah Nyeri Punggung dan Leher dengan Olahraga

Have you ever wondered what exactly is up with news? This informative report can give you an insight into everything you've ever wanted to know about news.
JAKARTA, KOMPAS.com - Selain sakit kepala, nyeri punggung (khususnya di bagian punggung bawah) merupakan rasa sakit fisik yang paling sering dialami manusia. Diperkirakan, 8 dari 10 orang di bumi ini mengalami rasa nyeri tersebut. Dan sekitar 50 persen mengalaminya lebih dari 1 kali. Rasa nyeri ini kerap berakibat pada turunnya produktivitas dan pengeluaran biaya kesehatan yang relatif cukup besar.

Rasa sakit atau nyeri di leher sering pula dialami seperti halnya sakit punggung. Leher memiliki banyak struktur syaraf nyeri. Sebagaimana leher yang sering bergerak dan menyatukan kepala ke dada, maka leher kerap mengalami trauma. 

If your news facts are out-of-date, how will that affect your actions and decisions? Make certain you don't let important news information slip by you.

Beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan nyeri pada leher punggung di antaranya pekerjaan fisik yang berat, sering membungkuk, mengangkat benda berat, terlalu lama duduk saat bekerja, rokok dan kegemukan.

Salah satu upaya alami untuk mencegah nyeri pada leher dan punggung adalah dengan berolahraga serta menjalani gaya hidup yang sehat. Tetapi ini tidak selalu benar. Bahkan, beberapa studi telah menemukan bahwa jenis olahraga yang salah seperti kegiatan berisiko tinggi dapat meningkatkan kemungkinan menderita sakit punggung.

Meskipun demikian, olahraga sangatlah penting bagi kesehatan secara keseluruhan dan tidak boleh dihindari. Kegiatan yang berisiko rendah seperti berenang, berjalan, dan bersepeda dapat meningkatkan kebugaran secara keseluruhan tanpa melelahkan bagian punggung bawah.

Dr Charles Siow
Consultant Neurologist and Pain Specialist
di Siow Neurology Headache and Pain Centre, Singapura

Don't limit yourself by refusing to learn the details about news. The more you know, the easier it will be to focus on what's important.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar