Selasa, 23 Februari 2010

70 Persen Penderita HIV Pengguna Narkoba

Are you looking for some inside information on news? Here's an up-to-date report from news experts who should know.
KOMPAS.com " Berdasarkan data Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kota Bogor, 70 persen penderita HIV adalah pengguna narkoba.
"70 persen penderita HIV adalah pengguna narkoba, sisanya menyusul pekerja seks komersil, gay, dan masyarkat umum," kata Iwan Suryawan, Sekretaris KPAD Kota Bogor, kepada Antara di Bogor, Selasa (23/2/2010).

Artinya, kata Iwan, sebagian besar penderita HIV/AIDS adalah pengguna narkoba. Ia mengatakan bahwa pengguna narkoba di Bogor cukup banyak, yang berarti aktivitas peredaran narkoba juga cukup tinggi.

Hal itu dilihat dari jumlah kelompok berisiko HIV/AIDS di Kota Bogor sebanyak 5.530 orang, yang terdiri dari 1.460 pengguna narkoba dan jarum suntik, 320 wanita penjaja seks, 100 waria, 210 gay, sisanya masyarakat umum dan pekerja sosial lainnya.

If you don't have accurate details regarding news, then you might make a bad choice on the subject. Don't let that happen: keep reading.

Parahnya lagi, kata Iwan, penyebaran virus HIV/AIDS sudah menyerang usia 13 hingga 20 tahun. Bukan hanya itu, kata Iwan, sudah ada kasus bayi terjangkit HIV/AIDS dari sang ibu yang tertular dari suaminya.

Semakin banyaknya pengidap HIV/AIDS membuat pihak KPAD terus berupaya melakukan upaya pencegahan dan penanggulangan. Salah satunya adalah mengoptimalkan klinik VCT (voluntary counseling and testing) yang tersebar di Kota Bogor.

Di wilayah Kota Bogor, klinik VCT tersebar di seluruh puskesmas, Rumah Sakit Marzuki Mahdi, dan di Lapas Paledang.  "Untuk di Lapas paledang sudah ketentuan setiap yang masuk akan diperiksa di klinik VCT untuk mengetahui apakah dia pengidap HIV atau bukan," kata Iwan.

Iwan mengatakan, jumlah penderita HIV positif di Bogor berdasarkan data April 2009 sebanyak 751 orang. "Untuk AIDS tercatat 316 orang dan 45 orang meninggal karena AIDS."  Makin banyaknya jumlah penderita HIV/AIDS selain disebabkan pola hidup yang salah, juga karena sudah adanya kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri.

Now that wasn't hard at all, was it? And you've earned a wealth of knowledge, just from taking some time to study an expert's word on news.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar