Kamis, 04 Februari 2010

RS PMI Harus Jadi RS Pelayanan Masyarakat

The following paragraphs summarize the work of news experts who are completely familiar with all the aspects of news. Heed their advice to avoid any news surprises.
BOGOR, KOMPAS.com - Rumah sakit, khususnya Rumah Sakit Palang Merah Indonesia, harus meningkatkan kualitas dokternya dan menjadi rumah sakit pelayanan masyarakat. Hal ini untuk meningkatkan kepercayaan rakyat Indonesia terhadap pelayanan kesehatan di dalam negeri.

Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla mengingatkan hal tersebut saat kunjungan kerja ke RS PMI Bogor di Jalan Pajajaran, Bogor Tengah, Kota Bogor, Rabu (3/2/2010).

"Sekitar 5 sampai 19 persen penduduk Indonesia, dari kalangan elite tertentu, mengalami krisis kepercayaan terhadap pelayanan kesehatan di dalam negeri. Orang-orang yang mampu bisanya lebis suka berobat ke Singapura, termasuk juga keluarga saya sendiri," katanya.

It's really a good idea to probe a little deeper into the subject of news. What you learn may give you the confidence you need to venture into new areas.

Untuk memperbaiki hal tersebut, tegas Kalla, caranya adalah dengan meningkatkan kemampuan dokter, kemampuan teknisi dan peralatan, dan pelayanan kesehatan. Rumah sakit juga, katanya, jangan menitikberatkan sebagai perusahan atau industri yang mengejar keuntungan.

"Jadikan rumah sakit sebagai tempat pelayanan bagi masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan. Rumah sakit juga harus jadi sumber informasi bagi masyarakat akan pentingnya hidup sehat," katanya.

Ketua Umum PMI tersebut juga meminta manajemen RS PMI Bogor untuk benar-benar membawa rumah sakit itu menjadi rumah sakit pelayanan masyarakat. "Jangan hanya bangunan rumah sakitnya saja yang mewah, tetapi pelayanannya tidak memuaskan," kata Kalla.

RS PMI Bogor, lanjut Kalla, jangan meniru rumah sakit yang memberi banyak resep kepada pasiennya, namun sakit pasien tidak sembuh-sembuh juga. Padahal, walaupun biaya dokter di Indonesia murah, namun harga obat mahal. 

"Di luar negeri kebalikanya, biaya dokter mahal, obat-obatan murah. Dokternya, tidak banyak memberi resep, obat yang diberinya murah tapi tepat sasaran, sehingga pasien cepat sembuh," tambahnya.

That's how things stand right now. Keep in mind that any subject can change over time, so be sure you keep up with the latest news.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar