Kamis, 11 Februari 2010

Waspadai Gigi Ompong Pada Anak

Imagine the next time you join a discussion about news. When you start sharing the fascinating news facts below, your friends will be absolutely amazed.
VIVAnews - Banyak anak di usia balita memiliki gigi grepes atau ompong. Jika di usia yang sangat dini buah hati sudah mengalami gangguan pada giginya seperti gigi berlubang, grepes atau ompong bisa mempengaruhi perkembangan berat badannya.

œJika gigi anak rusak bisa bikin anak malas makan sehingga pertumbuhan anak bisa tidak optimal, kata drg Enrita Dian dari Ultimo Aesthetic & Dental Center saat Media Gathering di Plaza Asia, Sudirman, Jakarta, Kamis 11 Februari 2010.

Perlu bagi ibu untuk mengetahui tanda gigi akan mengalami kerusakan atau berlubang. Jika diketahui sejak awal, perawatan gigi akan lebih murah dan lebih cepat tertangani. Apa saja tanda gigi mau berlubang atau rusak:

Hopefully the information presented so far has been applicable. You might also want to consider the following:

- Ada bercak putih di gigi yang lambat laun akan membuat gigi mudah rapuh yang berakhir menjadi ompong atau grepes. Biasanya kebiasaan  anak yang minum menggunakan dot yang dibiarkan tetap menempel pada gigi dan bibir bisa memicu terjadinya gigi ompong

- Timbul bercak hitam pada gigi yang bisa menyebabkan bengkak pada gusi yang bisa mengganggu pembentukan gigi tetap.

Untuk mencegah gigi berlubang dan grepes ajarkan pada si kecil, bagaimana merawat gigi nya sejak usia dini. Jangan biarkan si kecil mengosumsi makanan manis terlalu banyak, jika sudah cukup usia ajarkan si kecil bagaimana merawat kesehatan giginya dengan menggosok gigi secara teratur. Menggunakan pasta gigi khusus anak bisa memacunya rajin melakukan sikat gigi. Dan mulailah mengajak si kecil melakukan check up gigi sejak bayi mulai tumbuh gigi pada usia 6-12 bulan.

œUsahakan pula, hindari transfer kuman lewat ludah baik melalui sendok ataupun alat makan lain. Dan lakukanlah kebisaan sehat untuk menjaga gigi tetap utuh dan sehat, tukas Enrita.

Knowing enough about news to make solid, informed choices cuts down on the fear factor. If you apply what you've just learned about news, you should have nothing to worry about.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar