Senin, 08 Februari 2010

Butuh Ketegaran Dampingi Pasien Kanker

You should be able to find several indispensable facts about news in the following paragraphs. If there's at least one fact you didn't know before, imagine the difference it might make.
KOMPAS.com - Memiliki anggota keluarga yang menderita kanker tentu sangat menyedihkan bahkan bagi keluarga yang tabah sekalipun. Pendekatan terbaik adalah selalu memberi dukungan agar pasien mampu melalui  masa-masa sulit dan tegar melawan penyakit.

Hal tersebut selama 20 tahun terakhir ini dilakukan oleh Vanadianti Siatar (39) yang bersuamikan Fajar Siatar, seorang penderita chronic myeolid leukemia (CML), salah satu jenis leukemia atau kanker darah. Ketegaran itu wajib dimiliki dalam menghadapi pasien yang seringkali mengalami gejolak emosi akibat penyakit yang diderita.

"Sebagai pendamping pasien kanker saya tidak boleh terlihat stres dan berusaha membuatnya bersemangat," papar wanita yang akrab disapa Vonny ini. Ia menuturkan, sebelum menikah sebelumnya ia sudah mengetahui penyakit leukemia calon suaminya. "Awalnya kami berteman dan saya selalu memotivasi semangat hidupnya," kenangnya.

Vonny menceritakan, sebelum menikah ia juga menemani Fajar melakukan transplantasi sumsum tulang belakang di Belgia pada tahun 1990. "Waktu itu transplantasi merupakan satu-satunya cara untuk menyembuhkan leukemia," katanya.

Perjuangannya belum berhenti sampai di situ karena pasca operasi sang suami masih harus menjalani serangkaian terapi pengobatan. "Semua jenis obat kanker generasi awal sudah dicoba, termasuk juga dengan jenis suntikan. Mau tidak mau saya harus mahir menyuntik obat juga," kata ibu dua anak ini.

Yang paling berat, menurutnya adalah saat penyakit suaminya kambuh pada tahun 1997 dan kondisinya memburuk. "Pada saat itu yang saya khawatirkan adalah anak-anak yang masih balita. Saya sempat stres juga," papar karyawati pada sebuah perusahaan minyak ini.

How can you put a limit on learning more? The next section may contain that one little bit of wisdom that changes everything.

Kini, setelah 20 tahun menjalani suka dan duka bersama suaminya, Vonny mengaku jarang mengalami stres lagi. "Saya dan suami sudah melewati masa-masa sulit bersama, kini kami berdua lebih santai menghadapi penyakit. Untunglah karakter suami juga orangnya cuek, jadi ia jarang terlihat stres meski menderita kanker," ujarnya.

Stres dan kecemasan, menurut psikolog Sali Rahadi Asih, MPsi dari Lembaga Konsultasi Psikologi Daya Insani, lazim terjadi pada penderita kanker. "Biasanya mereka merasa sangat sedih dan pesimistis menghadapi masa depannya," katanya.

Perasaan seperti itu bisa berlangsung singkat dan bisa juga bertahan lama. Depresi yang terus menerus bisa mengganggu kemampuan pasien dalam mengelola hidupnya sehingga kehilangan motivasi untuk melakukan pengobatan.

Di sinilah diperlukan peran seorang caregiver (pendamping pasien) untuk menemani pasien ketika sedang frustasi dalam menjalani hari-harinya. "Pihak keluarga sebaiknya tidak boleh bersedih terlalu lama karena bukan ia yang sakit. Ia harus bangkit untuk membantu pasien," kata Sali.

Sali menyarankan agar caregiver mencari dukungan lain dalam menghadapi masalahnya, baik secara psikologis maupun ekonomi. "Bila yang sakit adalah suami, istri bisa mulai memikirkan mencari penghasilan," katanya.

Bekerja juga bisa menjadi bagian terpenting dalam hidup pasien karena bisa memberikan kepuasan pribadi sekaligus penghasilan. Pekerjaan juga bisa membangkitkan semangat karena mendapatkan dirinya seperti normal kembali.

Kondisi psikologis pasien sangat berpengaruh dalam efektivitas terapi. Jika penderita mengalami depresi, keseimbangan hormon akan terganggu dan pada gilirannya bisa berakibat pada meningkatnya risiko komplikasi. Karena itu, kini banyak dokter yang melibatkan psikiater dalam terapi pengobatan para pasien.

Berbagai penelitian menunjukkan, dukungan keluarga merupakan faktor utama yang membuat para pasien bertahan dan melewati masa kritis. Dukungan moral dari lingkungan terdekat bisa diberikan dengan cara mendengar keluhan pasien, berusaha menjawab pertanyaan, atau sekedar duduk bersama.

That's how things stand right now. Keep in mind that any subject can change over time, so be sure you keep up with the latest news.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar