Minggu, 18 April 2010

Ditemukan, Gen Pemicu Kebotakan

The best course of action to take sometimes isn't clear until you've listed and considered your alternatives. The following paragraphs should help clue you in to what the experts think is significant.
VIVAnews - Peneliti menemukan mutasi gen yang memicu penipisan rambut. Proses mutasi gen ini bahkan diawali saat masih anak-anak. Gen tersebut adalah APCDD1, yang membuat folikel rambut menyusut dan membuat rambut lebih tipis.

Tim peneliti dari Columbia University, berharap penemuan ini bisa dikembangkan menjadi perawatan efektif kebotakan rambut. Kondisi genetis yang memicu rambut menipis dikenal dengan simpleks hypotrichosis. Peneliti percaya bahwa gen APCDD1 adalah penyebabnya. Tapi, menurut para peneliti penyebab umum kebotakan pola pria tetap sulit dipahami.

Hopefully the information presented so far has been applicable. You might also want to consider the following:

"Identifikasi dari gen ini adalah untuk menjelaskan pemicu simpleks hypotrichosis yang terjadi turun-temurun. Selain itu, memberikan kesempatan untuk memperoleh informasi tentang proses miniaturisasi folikel rambut, yang paling sering terjadi dalam pola kerontokan rambut pria atau androgenetic alopecia," kata Dr. Angela Christiano, kepala peneliti dan profesor Dermatologi dan Pengembangan di Columbia University Medical Center, seperti VIVAnews kutip dari Telegraph.co.uk.

"Penting untuk diketahui bahwa sementara kedua kondisi tersebut berbagi proses fisiologis yang sama, kami menemukan gen pemicu kondisi hypotrichosis turun menurun dan tidak menjelaskan proses kompleks pola kebotakan pada pria," ujar Dr. Angela.

Dr. Angela dan timnya melakukan penelitian dengan menggunakan data dari keluarga di Pakistan dan Italia yang mengalami keturunan hypotrichosis simplex. Meskipun kebotakan selalu dipandang negatif tetapi menurut tim peneliti dari University of Washington School of Medicine, pria yang rambutnya mulai menipis pada usia muda, risiko terkena kanker prostat 45 persen lebih rendah.

Now you can understand why there's a growing interest in news. When people start looking for more information about news, you'll be in a position to meet their needs.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar