Selasa, 13 April 2010

Waspadai Kebutaan pada Bayi Prematur

The only way to keep up with the latest about news is to constantly stay on the lookout for new information. If you read everything you find about news, it won't take long for you to become an influential authority.
VIVAnews - Bayi yang lahir prematur sering mengalami berbagai masalah kesehatan, seperti gangguan penglihatan. Bayi prematur berpotensi membawa kondisi penglihatan yang buruk yaitu prematur retinopati (ROP).

Di Amerika Serikat, ROP mempengaruhi penglihatan sekitar 15 ribu bayi prematur yang lahir setiap tahunnya. Sebanyak 90 persen mengalami ROP ringan dan tak memerlukan perawatan. Sedangkan kondisi terparah adalah bayi kehilangan penglihatan seumur hidup.

Demikian hasil studi yang melibatkan 370 anak prematur di Amerika Serikat. Studi ini juga dipublikasikan dalam jurnal Archives of Ophthalmology edisi April, seperti VIVAnews kutip dari Healthday.

If you base what you do on inaccurate information, you might be unpleasantly surprised by the consequences. Make sure you get the whole news story from informed sources.

Hasil studi itu mendorong pentingnya melakukan deteksi penglihatan pada bayi prematur sebagai petunjuk mengenai kondisi awal. Pada kasus tertentu, deteksi dini bahkan perlu dilakukan secara periodik hingga usia enam tahun.

"Perawatan sejak dini pada bayi prematur yang menderita ROP akan berdampak positif pada penglihatannya dalam jangka panjang," kata Kepala Institut Nasional Mata Dr Paul A. Sieving.

ROP berupa gangguan pada retina mata yang disebabkan pertumbuhan abnormal pembuluh darah. Terapi laser atau cryotherapy (penggunaan suhu dingin) adalah cara yang paling efektif untuk memperlambat atau menghentikan pertumbuhan pembuluh darah abnormal di mata.

"Penelitian jangka panjang membuktikan bahwa bayi dengan ROP harus ditangani dengan strategi yang berbeda," jelas kepala tim studi Dr William V. Good, dari Smith-Kettlewell Eye Research Institute San Francisco.

It never hurts to be well-informed with the latest on news. Compare what you've learned here to future articles so that you can stay alert to changes in the area of news.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar