Sabtu, 03 April 2010

Minuman Bersoda Turunkan Jumlah Sperma

When you think about news, what do you think of first? Which aspects of news are important, which are essential, and which ones can you take or leave? You be the judge.
VIVAnews - Pria yang mengonsumsi sekitar satu liter minuman bersoda setiap hari bisa membahayakan kehidupan seks mereka. Berdasarkan sebuah penelitian di Denmark, pria yang mengonsumsi minuman bersoda berlebihan bisa menurunkan jumlah produksi dan kualitas sperma.

Hasil penelitian itu menemukan, jumlah sperma pria yang rutin minum minuman bersoda hampir 30 persen lebih rendah dibandingkan yang tidak. Penemuan ini terungkap berdasarkan studi di Denmark yang meneliti efek dari minuman ringan pada kesehatan pria.

If you find yourself confused by what you've read to this point, don't despair. Everything should be crystal clear by the time you finish.

Namun, penelitian ini juga menuai kontroversi. Menurut Badan Kesehatan Dunia, WHO, minuman bersoda tidak terlalu mempengaruhi kesehatan reproduksi pria. Meski pria memiliki jumlah sperma yang sedikit, mereka tetap bisa memberikan keturunan.

Jika dikaitkan dengan kafein yang terkandung dalam minum bersoda, menurut peneliti kopi tidak berefek turunkan jumlah sperma. Jensen, pemimpin penelitian ini mengatakan, hanya sedikit penelitian yang melihat dampak kafein pada kesehatan reproduksi pada pria. Namun, efek buruk dari minuman bersoda akan meningkat jika gaya hidup peminumnya juga tidak sehat. 

Lebih dari 2.500 pria muda dilibatkan dalam studi ini. Para partisipan yang tidak mengonsumsi minuman bersoda memiliki kualitas sperma lebih baik, yang rata-rata 50 juta sperma per mililiter semen dan cenderung memiliki gaya hidup sehat.

Sebaliknya, 93 partisipan yang minum minuman bersoda lebih dari satu liter sehari hanya 35 juta sperma per mililiter. Namun, mereka juga memiliki kebiasaan terlalu cepat, dan kurang asupan buah dan sayuran. Studi ini dipublikasikan dalam 'American Journal of Epidemiology'.

Take time to consider the points presented above. What you learn may help you overcome your hesitation to take action.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar